Patah hati berkali-kali. Luka lama tak terobati. Bisa bikin kita ngga\' percaya apa itu cinta sejati. Mau menyongsonig harapan baru? Pengen bisa ketawa-ketiwi? Uh, rasa-rasanya sudak tidak ada energi lagi. Ah, terserah juga mau jadi apa diri ini, rasanya sudak ngga\' peduli. Bagusnya memang sendiri. Ke sana-sini masik free. Apa? Sampai kapan? Apa? Keburu dimakan umur?\r\nKesal, dongkol, mangkel…